Kamis, 31 Oktober 2013

Pengorganisasian dan Struktur Manajemen


Organisasi menurut Tossi, Rizzo dan Carroll (1994) adalah sekelompok orang, bekerja untuk mencapai tujuan organisasinya, yang mengembangkan dan memelihara pola perilaku yang relatif stabil dan dapat diprediksi, meskipun individu dalam organisasi dapat berubah. Biasanya kita menggambarkan organisasi dalam hal bagaimana mereka berbeda pada tiga dimensi: kompleksitas, formalisasi, dan sentralisasi

Sedangkan menurut Pfiffner dan Sherwood, organisasi merupakan suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis

Organisasi ditandai adanya kepemimpinan, dan hal ini termasuk kedalam salah satu faktor penting bagi keorganisasian, seperti ungkapan Davis yang menyebutkan bahwa “Organization is any group of individual that is working toward some common end under leadership.”(organisasi adalah suatu kelompok orang yang sedang bekerja ke arah tujuan bersama dibawah kepemimpinan (Davis, 1951,).
Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Sebuah organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanya struktur organisasi karena struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, diorganisir, dan dikoordinasikan.  

Menurut Ernest Dale, sebuah struktur organisasi harus memuat tentang 5 hal  sebagai berikut:
  • Daftar pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi
  • Membagi jumlah beban kerja dalam tugas-tugas atau biasa disebut pembagian kerja (division of work)
  • Menggabungkan tugas-tugas dalam keadaan yang logis dan efisien atau departementalisasi (departmentalization)
  • Menetapkan mekanisme untuk koordinasi
  • Memonitor efektivitas struktur organisasi dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan
Organisasi tidak dapat berjalan tanpa adanya pengorganisasian yang baik. Menurut Siagian (1983) pengorganisasian adalah keseluruhan pengelompokan orang-orang, alat-alat, tugas, tugas,kewenangan dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga tercipta suatu organisasi yang dapat digerakkan sebagai suatu kegiatan kesatuan yang telah ditetapkan.

Tujuan pengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Dengan pembagian tugas diharapkan setiap anggota organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus (spesialisasi) dalam menangani tugas-tugas yang dibebankan. Apabila pengorganisasian itu dilakukan secara serampangan,   tidak   sesuai dengan   bidang   keahlian seseorang,   maka   tidak mustahil dapat   menimbulkan   kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan   itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar